Jutaan Warga Ukraina Hidup tanpa Listrik Saat Perang Rusia Memasuki Bulan Kesembilan

Warga Ukraina mengantri untuk mengumpulkan air minum dalam botol/Net
Warga Ukraina mengantri untuk mengumpulkan air minum dalam botol/Net

Invasi Rusia di Ukraina memasuki bulan kesembilan pada Kamis (24/11) yang ditandai dengan krisis listrik dan energi yang semakin parah.


Serangan Rusia dalam beberapa hari terakhir yang  menargetkan fasilitas infrastruktur penting di seluruh Ukraina, menyebabkan pemadaman besar-besaran di seluruh negeri dan bahkan di negara tetangga Moldova.

Jutaan orang benar-benar hidup tanpa listrik. Warga Kyiv harus berada dalam gelap dan mengantri di titik air umum untuk mengisi botol plastik.

Dalam pidato malamnya pada Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan pembaruan tentang upaya untuk memulihkan air dan listrik di beberapa wilayah di negara itu. Ia berjanji bahwa aparat akan bekerja keras memastikan kebutuhan air tercukupi.

Di Kyiv, yang sempat mengalami penangguhan pasokan air, akhirnya bisa melihat air mengalir ke beberapa distrik pada Kamis.  Pejabat di kota itu mengatakan, beberapa keluarga kemungkinan masih mengalami kekurangan air dan sedang diupayakan agar air bisa didapat oleh semua orang.

“Yang pertama dipasok adalah fasilitas infrastruktur kritis. Saat ini, konsumen rumah tangga secara bertahap terhubung ke jaringan listrik,” kata pejabat itu.

Gubernur daerah Oleksandr Starukh mengatakan di saluran Telegramnya bahwa situasi di wilayah Zaporizhzhia yang sempat 'mengerikan' kini mulai stabil.