Kremlin: Presiden Putin Sangat Sedih atas Teror di Sekolah Izhevsk yang Menewaskan 15 Orang

Petugas di lokasi penembakan di Izhevsk. Udmurtia/Net
Petugas di lokasi penembakan di Izhevsk. Udmurtia/Net

Tragedi penembakan di sebuah sekolah di Izhevsk, yang menewaskan 13 orang, menjadi pukulan berat untuk Presiden Vladimir Putin. Kremlin mengungkapkan, Putin sangat bersedih dan menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban.


"Presiden sangat sedih, menyatakan belasungkawa terdalamnya kepada semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai, anak-anak mereka, dalam insiden tragis ini, dan berharap pemulihan segera bagi mereka yang terluka dalam serangan teroris yang tidak manusiawi itu," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, dalam pernyataannya pada Senin (26/9).

Serangan teroris itu diduga dilakukan oleh anggota kelompok neo-Nazi, menurut Peskov.

Beberapa pejabat telah berangkat ke Izhevsk. Udmurtia, yang terletak 1,200 kilometer di timur laut Moskow, setelah Putin melakukan percakapan dengan pemimpin Udmurtia, Alexander Brechalov. Putin juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyelidikan segera.  

"Semua instruksi yang diperlukan telah diberikan, dan pesawat Kementerian Darurat dengan tim dokter, psikolog, ahli bedah saraf, dan ahli lainnya, telah dikirim ke Izhevsk. Semua berkoordinasi untuk semua masalah sosial yang diperlukan,"  kata Peskov.

Pada Senin pagi, seorang penyerang tak dikenal melepaskan tembakan di Sekolah 88 di Izhevsk. Laporan terakhir menyebutkan, 15 orang tewas dan 24 lainnya terluka, termasuk anak-anak/ Setelah melakukan aksinya, si penyerang menembak dirinya sendiri.

Para penyelidik mengatakan pelaku yang mengenakan T-shirt hitam dengan simbol Nazi dan helm balaclava itu bernama Artyom Kazantsev, berusia 34 tahun.  Pelaku telah didiagnosis menderita skizofrenia. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

Pemerintah Udmurtia telah menyatakan masa berkabung hingga 29 September.