Moskow: Menyingkirkan Rusia dan Belarusia dari Tatanan Keamanan Bisa Bikin UE Terancam Bahaya

 Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Tindakan negara-negara Eropa mengecualikan Rusia serta Belarusia dari tatanan keamanan, akan menciptakan situasi berbahaya bagi benua itu sendiri.


Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pernyataannya pada Kamis (1/12), menuding para pemimpin Uni Eropa membiarkan AS mendikte kebijakannya dan menyerahkan kepentingan mereka sendiri ke Washington.

"Barat sudah mencoba membangun arsitektur keamanan (di Eropa) tanpa Rusia dan Belarusia. Kami tidak membutuhkan keamanan seperti itu,” kata Lavrov saat konferensi video, seperti dikutip dari RT.

“Seluruh (arsitektur) keamanan di Eropa sekarang sepenuhnya tunduk pada AS,” klaimnya.

Lavrov mengatakan Uni Eropa sebenarnya sudah mengadakan diskusi di Jerman dan Prancis mengenai pembentukan kekuatan militer UE sendiri beberapa tahun lalu.

"Tetapi ide-ide itu sekarang telah dikesampingkan, dengan Paris dan Berlin mengatakan mereka akan tetap berpegang pada blok NATO yang dipimpin AS," katanya.

"Alih-alih bekerja menuju keamanan kolektif di Eropa, Barat menggali garis pemisah,” lanjut Lavrov.

Moskow dan Minsk, yang telah memiliki pengelompokan militer gabungan di wilayah Belarusia, akan terus meningkatkan kerja sama keamanan mereka, kata menteri luar negeri Rusia.

"Kedua negara menyadari pentingnya pekerjaan semacam itu, mengingat provokasi yang terus berlanjut, termasuk yang dilakukan oleh Ukraina,” tambahnya.

"Semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesiapan menghadapi setiap kemungkinan perkembangan telah dilaksanakan," demikian Lavrov.