Pasukan Ukraina Tembaki Konvoi Pengungsi Zaporozhye, Puluhan Warga Sipil Tewas

Konvoi pengungsi Zaporozhye yang ditembaki pasukan Ukraina/Net
Konvoi pengungsi Zaporozhye yang ditembaki pasukan Ukraina/Net

Sebanyak 24 orang diperkirakan tewas dan 36 lainnya terluka ketika pasukan Ukraina menyerang konvoi pengungsi pada Jumat (30/9) waktu setempat.


Hal itu disampaikan Vladimir Rogov, pejabat senior yang ditunjuk Rusia di Wilayah Zaporozhye lewat saluran Telegram miliknya.

Ia menulis bahwa serangan itu menargetkan konvoi mobil yang melakukan perjalanan dari wilayah yang dikuasai Ukraina ke Wilayah Zaporozhye, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Kyiv dan mengajukan  bergabung dengan Rusia.

"Itu terjadi di pasar mobil di jalan raya Orekhovskoe di mana konvoi sedang dibentuk untuk memasuki wilayah tersebut," tulisnya, seperti dikutip dari RT.

"24 orang, termasuk 11 pria dan 13 wanita tewas, 36 terluka termasuk seorang anak," kata pejabat itu.

Menurut Rogov, para korban sebelumnya memprotes dan memblokir jalan pada awal pekan ini, menuntut agar pihak berwenang Ukraina mengizinkan mereka memasuki bagian wilayah yang dikuasai Rusia.

"Setelah itu mereka didekati oleh Security Service of Ukraine (SBU) dan polisi, yang secara terbuka mengancam mereka dan mengatakan bahwa mereka akan menyesal atas apa yang mereka lakukan," tulisnya.

Kepala pemerintahan menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencoba membalas dendam pada penduduk Zaporozhye setelah mereka memilih bergabung dengan Rusia selama referendum.

Rogov juga menegaskan bahwa serangan Ukraina terhadap konvoi itu dilakukan dengan tujuan untuk menyalahkan Rusia.

Pemungutan suara untuk bergabung dengan Rusia berlangsung di empat wilayah;  Zaporozhye, Kherson, Donbass, dan Luhansk, dan berakhir pada Selasa. Hasil referendum menyatakan keempat wilayah memilki suara mayoritas untuk bergabung ke Rusia.

Pada Jumat (30/9) Presiden Vladimir Putin menandatangani perjanjian aksesi empat wilayah tersebut.