Pemulihan Listrik Baru Berjalan 50 Persen Usai Badai, Ratusan Warga Kuba Turun ke Jalan Tuntut Pemulihan Segera

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Pihak berwenang di Havana, Kuba terus melakukan perbaikan sejumlah fasilitas, menyusul badai Ian yang melanda pada Selasa (27/9) lalu.


Reuters melaporkan Jumat (30/9) bahwa Perusahaan Listrik Havana telah berhasil memulihkan jaringan listrik hampir 50 persen.

Dalam konferensi persnya pada Kamis, Direktur Komersial Perusahaan Energi Lokal Leisy Hernández mengumumkan bahwa pada Kamis siang, 316.000 dari 856.000 pelanggan perusahaan telah bisa menikmati layanan listrik.

"Dari 590 megawatt (MW) yang diminta oleh kota, 220 MW telah terlayani. Belum ada kotamadya yang 100 persen layanannya telah dipulihkan," kata Hernández, seperti dikutip dari teleSUR,  menambahkah bahwa pemulihan daya akan sulit dan mereka masih terus berupaya secepat yang bisa dilakukan.

Pihak berwenang mengatakan pemadaman total terjadi karena kegagalan koneksi antara tiga wilayah Kuba - barat, tengah dan timur - yang disebabkan oleh angin Ian.

Menurut informasi yang diberikan, petugas saat ini sedang memprioritaskan perbaikan area di mana rumah sakit berada. Tercatat bahwa 25 yang ada di Havana, 13 sudah memiliki layanan listrik.

Selain rumah sakit, daerah yang menjadi pusat pasokan dan pengolahan makanan juga diprioritaskan.  

Perusahaan juga menjelaskan bahwa mereka telah mengerahkan 63 brigade dan 1.231 pekerja untuk tugas-tugas pemulihan layanan listrik di ibukota dan kota yang paling terkena dampak, Playa, La Lisa dan Boyeros.

Sementara aparat terus bekerja keras agar jaringan listrik bisa kembali tersambung ke lebih banyak lagi wilayah yang terdampak badai, sejumlah warga di beberapa kota turun ke jalan. Mereka menuntut pemulihan listrik segera dan menganggap perbaikan terlalu lama.

Lebih dari dua hari pemadaman listrik membuat hidup mereka sangat sulit.

Seorang wartawan Associated Press melihat total sekitar 400 orang berkumpul di setidaknya dua tempat di lingkungan Cerro sambil berteriak, "Kami ingin cahaya, kami ingin cahaya" sambil memukul panci dan wajan.

Warga frustasi dengan situasi yang tanpa listrik menyusul terjangan Badai Ian pada Selasa ((27/9). Selain merusak banyak fasilitas publik, badai juga menyebabkan dua orang tewas.

Selain masalah listrik, layanan internet pun padam dan ponsel tidak berfungsi.

Pusat Badai Nasional AS mengatakan Kuba menderita "dampak gelombang angin dan badai yang signifikan" ketika badai melanda dengan kecepatan angin tertinggi 125 mph (205 kph).